Kuliah di Belanda : Tidak Sekedar Mendapat Gelar
12 April 2009

Harus diakui, zaman berkembang amat pesat beberapa tahun belakangan. Sebagai contoh, masalah internet. Waktu SD kalo disuruh bikin makalah -atau seringnya sih, kliping- , pasti yang pertama kepikir adalah ngubek-ngubek koran buat nyari bahan. Sekarang? Tinggal nyalain komputer dan browsinglah sepuasnya (dengan konek ke internet dulu pastinya). Perkembangan dalam bidang teknologi juga menimbulkan banyak perkembangan dalam bidang lainnya, misalnya bidang pendidikan. Dengan semakin mudahnya memperoleh ilmu pengetahuan,persaingan pun semakin ketat. Dulu, pendidikan sampai SMA bisa dibilang lumayan. Sekarang, lulus S1 udah ga cukup. Semua orang berlomba-lomba untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin. Hal ini bagus, karena dengan demikian (moga-moga) bangsa Indonesia tidak akan kalah dari bangsa-bangsa lain di tahun-tahun mendatang. Ilmu pun tidak puas hanya didapatkan di negeri sendiri. Sekarang, pendidikan di luar negeri, khususnya perguruan tinggi, sudah menjadi pilihan banyak orang. Soal dana tidak terlalu masalah karena sudah banyak beasiswa. Salah satu negara yang patut menjadi pertimbangan untuk menjadi tempat belajar adalah Belanda. Kenapa? Negara yang satu ini rupanya memiliki banyak keunggulan,khususnya dalam bidang pendidikan.
1. Biaya pendidikan relatif murah.
Memang, biaya pendidikan di Belanda tidaklah gratis. Namun, pendidikan tinggi Belanda memperoleh subsidi dari pemerintah. Biaya pendidikan di Belanda relatif lebih rendah daripada Amerika Serikat dan Inggris. Selain itu, telah banyak beasiswa yang disediakan untuk kuliah ke Belanda. Biasanya, mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa harus telah diterima di suatu universitas. Karena itu, jika ingin kuliah di Belanda sebaiknya mencari universitasnya dulu, baru mencari beasiswa.
2. Sistem pendidikan yang baik.
Belanda memiliki 3 tipe institusi pendidikan tinggi, yaitu University, University of Applied Science, dan Institute for International Education. University lebih menekankan pada riset, sedangkan University of Applied Science lebih menekankan pada prakteknya. Sesuai dengan namanya, Institute for International Education ditujukan untuk mahasiswa internasional. Sistem pendidikan di Belanda memberi banyak kesempatan diskusi pada kelompok-kelompok kecil. Dengan adanya pembagian tersebut, institusi tersebut akan memiliki arah dan tujuan yang lebih terfokus sehingga dapat lebih maksimal dalam memfasilitasi mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya riset yang dihasilkan oleh mahasiswa yang belajar di University. Sebaliknya, mahasiswa pada University of Applied Science diajarkan untuk terlibat langsung dalam dunia kerja. Banyak program magang di perusahaan-perusahaan di Belanda yang tersedia bagi mahasiswa. Ada pula web kampus yang menyediakan informasi tentang perusahaan-perusahaan yang membutuhkan mahasiswa untuk magang sehingga mahasiswa mudah untuk mendapatkan informasi. Pelajaran-pelajaran yang ada pun sangat membantu mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.
Soal bahasa tidak akan jadi kendala soalnya sebagian besar program studi di Belanda udah menggunakan bahasa Inggris.
Belanda juga telah mendapat pengakuan internasional sebagai pionir dalam menerapkan sistem Problem-based learning (PBL) yang mampu melatih siswa untuk dapat menganalisa dan memecahkan permasalahan praktek-praktek yang diberikan secara independen melalui penekanan pada self-study dan disiplin diri sendiri. Hasil riset ilmiah internasional Belanda juga menempati peringkat yang tinggi.
Selain itu, banyak institusi pendidikan tinggi Belanda yang memiliki kerjasama program pertukaran dengan mitra institusi-nya di negara lain di seluruh dunia. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa-nya memiliki wawasan yang semakin luas dengan mengetahui perkembangan ,khususnya dalam bidang pendidikan, di negara-negara lain. Hal ini menunjukkan keseriusan Belanda dalam mempersiapkan mahasiswanya di komunitas internasional. Adanya pengetahuan tentang berbagai budaya tentu merupakan bekal yang sangat penting -khususnya bagi mahasiswa- karena pada tahun-tahun mendatang persaingan antarindividu tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga regional bahkan internasional. Belanda sangat memahami hal tersebut sehingga banyak universitas di Belanda yang menyediakan fasilitas-fasilitas untuk pertukaran pelajar dan kerja praktek di perusahaan-perusahaan multinasional.
3. Belanda sangat terbuka terhadap mahasiswa internasional
Hal ini dapat dilihat dari bahasa yang digunakan oleh penduduknya sehari-hari. 87% penduduk Belanda fasih menggunakan bahasa Inggris. Petunjuk-petunjuk jalan di Belanda juga menggunakan bahasa Inggris. Dapat dilihat bahwa Belanda sangat terbuka terhadap datangnya orang-orang dari luar negeri. Belanda telah siap dan terbuka terhadap komunitas global di negaranya. Dengan banyaknya mahasiswa dari berbagai negara, mahasiswa yang belajar di Belanda pun akan memperoleh pengetahuan dari berbagai negara. Mahasiswa dapat memperluas wawasannya karena berkenalan dengan orang-orang dari latar belakang dan kebudayaan yang berbeda dengan diri mereka. Oleh karena itu, mahasiswa akan menjadi individu-individu yang berpikiran lebih terbuka sehingga mereka cenderung lebih kreatif dan tidak kaku dalam lingkungan kerja.
4. Dan masih ada banyak alasan untuk studi di Belanda…
Pada dasarnya, orang belajar di luar negeri untuk memperluas wawasannya tentang kebudayaan lain, khususnya negara tujuannya. Namun di Belanda, kita dapat memperoleh bukan hanya wawasan tentang Belanda, melainkan juga wawasan tentang negara-negara lain di dunia. Hal ini disebabkan oleh penduduk Belanda yang multikultural sejak berabad-abad yang lalu.
Selain itu, penduduk Belanda punya kebiasaan-kebiasaan baik yang patut dicontoh. Salah satunya adalah masalah transportasi. Transportasi utama penduduk Belanda adalah sepeda. Entah ini karena kebiasaan dari zaman dulu atau karena kepedulian masyarakat Belanda pada lingkungan. Kalau malu atau males atau – apapun itu deh alesannya – buat naik sepeda di Indonesia, di sana pasti ga deh. Fasilitas-fasilitas transportasi yang tersedia di sana juga pastinya ga mengecewakan. Misalnya, jadwal bus dan kereta yang teratur banget bahkan bisa dicek lewat internet.
Bepergian ke negara-negara di Eropa juga tidak sulit dilakukan dari Belanda. Dengan penerbangan singkat dari Amsterdam, kita dapat sampai di Paris atau Berlin. Bahkan ada kota-kota di Eropa yang cukup ditempuh dengan kereta api. Wah, asik banget kan bisa long weekend-an di kota Paris??
Pada intinya, belajar di Belanda pastinya memiliki keuntungan yang amat sangat banyak. Dan yang paling penting tentunya pengalaman. Kalau ilmu sih mungkin bisa dicari dari orang,dari intenet, dan dari sumber-sumber lainnya. Tapi yang namanya pengalaman hanya bisa didapet kalau kita benar-benar dateng ke sana, ke Belanda. Jadi, kenapa gak mulai cari-cari info dari sekarang? Belajar ke luar negeri? Belanda jawabannya!
Entry Filed under: Uncategorized. Tags: beasiswa, kompetiblog, pendidikan, studi di belanda.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed